Kamis, 02 Juni 2016
07.36
DESA BUNGLAI
No comments
BATURAJA TIMUR – Setelah sempat terjadi kekosongan, kursi Ketua DPRD OKU bakal ditempati. Pasalnya, pelantikan Pengganti Antar Waktu (PAW) Ketua DPRD OKU, Zaplin Ipani SE, dilaksanakan hari ini (2/6). Sekitar 600 undangan sudah disebar. Rencananya, acara ini dihadiri Bupati OKU, Drs H Kuryana Azis; Wakil Bupati OKU, Drs Johan Anuar SH MM dan unsur FKPD OKU, para pejabat di Bumi Sebimbing Sekundang dan undangan lainnya. Hadir juga undangan dari luar daerah, seperti OKU Selatan, OKU Timur dan daerah lainnya. “Undangan sudah kami sebar. Kami juga mengundang Gubernur Sumsel serta Kepala Daerah dan DPRD se – Sumsel. Sudah ada beberapa daerah yang mengkonfirmasi akan hadir pada pelantikan nanti,” kata Kabag Hukum dan Persidangan DPRD OKU, Alfarizi, dibincangi OKU EKSPRES, usai geladi resik pelantikan, Selasa (1/6).
Zaplin Ipani dilantik menjadi Ketua DPRD OKU menggantikan Drs Johan Anuar SH MM yang mengundurkan diri untuk mencalonkan menjadi Wakil Bupati OKU pada Pilkada 2015 lalu. Pelantikan ini sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumsel Nomor 322/ K PTS/- II/2016, tentang Peresmian Pengangkatan Zaplin Ipani menjadi Ketua DPRD OKU tahun jabatan 2014-2019.
Sementara itu, untuk pengamanan pelantikan Ketua DPRD OKU, Polres OKU menurunkan sedikitnya 140 personil yang diambil dari Sat Lantas, Sat Intelkam, Sat Reskrim, Sat Shabara serta Polsek Baturaja Timur. Personil keamanan dibagi tiga kelompok. Meliputi pengamanan tertutup, terbuka serta pengamanan VVIP. Pengamanan tertutup yang menjaga di dalam gedung DPRD ada 20 personil. “Sedangkan untuk VVIP yang di dalam ruang sidang ada delapan anggota kepolisian disebar dibeberapa titik,” ungkap Kapolres OKU, AKBP Leo Andi Gunawan SIk MPP didampingi Kasat Intelkam Polres OKU, AKP Hendro Suwarno SH.
Dia menambahkan, dalam perjalanan sidang pelantikan nanti, ruang sidang steril dari siapapun. Termasuk wartawan yang sudah diberikan batas tempat peliputan di bagian belakang ruang sidang. “Di luar nantinya tamu undangan dan lainnya akan diperiksa menggunakan metal detektor. Termasuk wartawan yang akan meliput harus menunjukan ID Card yang telah dibagikan oleh panitia. Jika tidak ada, mohon maaf tidak akan ada izin masuk dari kami petugas kepolisian,” imbuhnya.
Aturan tersebut dilakukan pihak kepolisian demi kenyamanan bersama. Tidak ada yang didahulukan atau diutamakan. “Mari jaga kemanan bersama demi kelancaran pelantikan nantin,” pungkasnya. (mg6)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar